Pemberitahuan Revisi Proposal dan RAB Dikti Tahun 2019 dapat dilihat di SURAT PENGUMUMAN!

Pendidikan Kesetaraan

Diawali ketika Direktorat Pendidikan Kesetaraan Direktorat Jenderal Pendidikan Luar Sekolah (sekarang PNFI) memberikan acuan Block Grant Perluasan Akses Pendidikan Kesetaraan dengan Pendekatan Kelas Berjalan Mobile Class Room kepada Universitas Hasanuddin pada bulan Juni 2006. Sebagai tindak lanjut, Dr. Dwia Aries Tina NK, M.A selaku PR IV Unhas kemudian mengundang Prof. Dr. Hafied Cangara, M.Sc., Prof. Dr. Abd. Kadir Manyambeang, M.S., Prof. Dr. Ir. Duma Hasan, DEA, dan Drs. Abbas, M. Hum. guna menyusun proposal dan mempersiapkan rancangan program pendidikan kesetaraan yang dimaksud.
Setelah dilakukan berbagai persiapan mulai dari survei calon peserta didik, penyiapan lokasi dan sarana belajar, hingga pelatihan tutor, akhirnya peluncuran program pendidikan kesetaraan berhasil dilaksanakan pada tanggal 27 Juni 2007 di Mesjid Al Markaz Islamic Center oleh Rektor Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. dr. Idrus A. Paturusi dan Direktur Pendidikan Kesetaraan Ditjen PLS Depdiknas, Dra. Ella Yulaelawaty, MA., PhD. Peluncuran program dihadiri sekitar 250 orang, diantaranya jajaran Direktorat Pendidikan Kesetaraan Depdiknas, civitas akademik Universitas Hasanuddin, jajaran PLS Propinsi Sulawesi Selatan, Bupati bersama segenap jajaran di lingkup Pemerintah Kabupaten Maros dan Dinas Pendidikan Maros, seluruh peserta didik, tutor, ketua kelompok, dan tokoh-tokoh masyarakat. Dalam kegiatan peuncuran terungkap perlunya membangun sinerjitas semua pihak dan perlu adanya komitmen moral yang tinggi guna menyukseskan pencapaian sasaran program demi menyelamatkan generasi bangsa melalui pemenuhan kebutuhan pendidikan.
 
Menurut Drs. Abbas, M.Hum., selaku sekretaris program bahwa perluasan akses pendidikan kesetaraan Mobile Class Room merupakan layanan pendidikan paket A (setara SD), Paket B (setara SMP), dan Paket C (setara SMA) bagi anak-anak nelayan putus sekolah yang tidak memiliki biaya melanjutkan sekolahnya. Penyelenggara program mendatangi lokasi belajar para siswa dengan memanfaatkan 2 (dua) buah bus kelas berjalan. Lokasi sasaran program ini berada pada 3 Kecamatan dalam wilayah pesisir Kabupaten Maros, yakni Kecamatan Maros Baru, Marusu, dan Lau, dengan jumlah siswa keseluruhan 148 orang.
 
Selain materi pembelajaran kelas, para siswa juga memperoleh bimbingan life skill yang mencakup bimbingan presto ikan bandeng, bimbingan beternak itik, pelatihan menjahit, dan pelatihan jamur merang. Semua tutor yang terlibat sebanyak 32 orang dalam bimbingan mata pelajaran adalah sumber daya lokal yang bermukim di sekitar lokasi belajar paket A, B, dan C. Adapun bimbingan materi life skill ditangani langsung oleh para pakar dari Universitas Hasanuddin.
 
Program perluasan akses pendidikan kesetaraan ini dikelola Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) Universitas Hasanuddin dan dikoordinir langsung oleh Prof. Dr. Hafied Cangara, M.Sc. selaku Ketua LPM. Sejak dibuka tahun 2006 hingga tahun 2009 ini, program pendidikan kesetaraan Universitas Hasanuddin telah meluluskan 1 kelas Paket B dalam Ujian Nasional tahun 2008. Saat ini tersisa 4 kelas, yakni masing-masing Paket A Kelas VI, Paket B kelas III, dan 2 kelas pada Paket C Kelas III yang berusaha dirampungkan oleh LPM Universitas Hasanuddin dalam Tahun Ajaran 2009/2010.

Jumat, 10 Juli 2009 | 15:58|
X