Pemberitahuan Revisi Proposal dan RAB Dikti Tahun 2019 dapat dilihat di SURAT PENGUMUMAN!

PSP3 Angkatan XXII

MONEV PROGRAM PSP3 ANGKATAN XXII
LP2M Unhas Berkunjung Ke Enrekang Dan Bantaeng

 
 Program Pemuda Sarjana Penggerak Pembangunan Perdesaan (PSP3) yang dilaksanakan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI bekerjasama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Unhas telah berjalan sejak 12 Oktober 2011 dan akan dilaksanakan hingga 2013. Program PSP3 yang berjalan saat ini merupakan angkatan ke-22 dan di tempatkan di dua kabupaten, enam kecamatan dan 14 desa di Sulawesi Selatan.
 
Tiap desa ditempati oleh dua orang sarjana PSP3 yang direkrut dari masing-masing 3 propinsi, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat. Direktur LP2M Unhas, Prof. Dr. Hafied Cangara, Ph.D, menjelaskan program PSP3 di Sulsel ini merupakan bagian dari 1000 orang sarjana pembangunan yang ditempatkan di daerah pedesaan di 33 propinsi di Indonesia. Mereka ditempatkan di pedesaan untuk membantu percepatan pembangunan dan mendidik masyarakat serta menggerakkan kegiatan kepemudaan dan olah raga di kalangan pemuda.
 
Dan sebagai rangkaian kegiatan tersebut, LP2M Unhas melakukan kunjungan sekaligus melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) di dua lokasi program PSP3, yakni di Kecamatan Baraka Kabupaten Enrekang, dan Kecamatan Pajukukang Kabupaten Bantaeng. Kunjungan yang dilaksanakan pada akhir Desember 2011 ini, dipimpin langsung oleh Direktur LP2M Unhas dan sekretaris LP2M Unhas, Prof. Dr. Sudirman, MPi untuk Kabupaten Bantaeng.
 
Hasil monitoring dan evaluasi terhadap program PSP3 di dua lokasi ini dinilai cukup menggembirakan. Menurut Cangara, selama 3 bulan ditempatkan di lokasi masing-masing, para pemuda sarjana PSP3 ini sangat disambut dengan antusias oleh masyarakat dan tokoh-tokoh masyarakat, serta pejabat setempat. Mereka banyak berperan dalam membantu usaha-usaha ke arah peningkatan kesejahteraan masyarakat, seperti pengembangan ternak sapi, kambing, budidaya ikan mas dan rumput laut, pengembangan tanaman holtikultura, tanaman lingkungan, pembuatan jalan tani, serta menganalisis hambatan-hambatan dalam pemasaran hasil-hasil produksi masyarakat setempat.
 
Para pemuda sarjana yang mengikuti program PSP3 ini, mendapatkan biaya hidup sebanyak 2,5 juta rupiah per-bulan. Setiap tahun mereka juga mempunyai program proyek pemberdayaan masyarakat yang didanai oleh Kemenpora RI dan mendapatkan pendampingan dari LP2M Unhas.

Selasa, 10 Januari 2012 | 15:20|
X