Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Hasanuddin (Unhas) menghadiri Forum Ekonomi Sulampua (FES) Tahun 2022 yang dilaksanakan oleh Bank Indonesia (BI) di Hotel Claro Makassar, Jumat (02/09).

Forum ini merupakan forum tahunan diskusi intensif antar pemangku kebijakan, ekonom, dan praktisi di Sulawesi, Maluku dan Papua (Sulampua) dalam membahas isu kedaerahan terkini, debottlenecking permasalahan, dan strategi mendorong pertumbuhan ekonomi. Pada kegiatan ini, LPPM Unhas diwakili oleh Ketua Pusat Pengembangan Kebijakan Pembangunan (PPKP) LPPM Unhas, Dr. Sultan, SE., M.Si.

Kegiatan ini diawali dengan pembukaan oleh Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, dan dilanjutkan dengan pemaparan dari beberapa narasumber, yakni pemaparan dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, PT Vale Indonesia, Josua Pardede, dan Indikator Survei Ekonomi Indonesia (ISEI) Makassar.

Pada kesempatan ini, Bank Indonesia memaparkan terkait kondisi hilirisasi saat ini, lesson learned, dan sinergi BI dan pemerintah pusat serta daerah dalam penguatan spill over hilirisasi melalui implementasi ekonomi hijau. PT Vale Indonesia berkesempatan untuk menjelaskan terkait implementasi inisiasi green industry dan dampaknya, key success factor dalam implementasi ekonom hijau, tantangan, serta dukungan yang diperlukan untuk optimalisasi hilirisasi pertambangan. Josua Pardede membahas berbagai aspek terkait ekonomi hijau, mulai dari prospek implementasi terhadap perekonomian, arah transformasi, tantangan dan strategi, serta peranan daerah. Sedangkan ISEI Makassar memaparkan  hasil survei ISEI wilayah Sulampua dan urgensi peningkatan hilirisasi hasil SDA dengan memerhatikan konsep sustainable economy.