Lembaga Penelitian dan Pengbdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Hasanuddin (Unhas) melalui Pusat Penemuan dan Pengembangan Obat mengikuti kegiatan penyusunan Farmakope Herbal Indonesia (FHI) 2022 oleh Direktorat Produksi dan Distribusi Obat, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia di Hotel Mercure Jakarta, Senin – Selasa (05-06/09).

Keterlibatan Unhas dalam kegiatan ini diinisiasi melalui Fakultas Farmasi oleh Prof. Dr. apt. Gemini Alam, M.Si., Prof. apt. Subehan, M.Pharm.Sc., Ph.D., apt. Ismail, S.Si., M.Si., apt. Muh. Raihan, M.Sc., apt. Abdul Rahim, M.Si., Ph.D., dan apt. Rosany Tayeb, M.Si. Kemudian dialihkan menjadi bagian tugas dari Pusat Penemuan dan Pengembangan Obat LPPM Unhas untuk berkontribusi dan melaksanakan penelitian FHI ini.

Kegiatan ini membahas terkait standarisasi tanaman obat yang sudah diteliti sejak tahun 2018/2019, yang kemudian dilanjutkan dengan penelitian dan evaluasi tanaman obat sebagai acuan FHI 2022. Terdapat sekitar 25 tanaman yang diteliti untuk penetapan standar mutu simplisia dan ekstrak, dalam hal ini Unhas akan meneliti buah kemiri, buah makassar, dan daun Ketapang.

Dalam kegiatan ini, turut hadir beberapa pakar obat herbal dari beberapa PTN di Indonesia yang turut menyumbangkan pemikirannya dalam penyusunan FHI 2022. Untuk menindaklanjuti kegiatan ini, pertemuan rutin dilaksanakan setiap dua bulan untuk mengevaluasi tugas masing-masing tim hingga draft FHI dirampungkan.