Pusat Studi Kebencanaan LPPM UNHAS Gelar Workshop Bertema “SAR Data Application for Blood and Land Subsidence Disaster Monitoring”

Pusat Studi Kebencanaan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Hasanuddin (UNHAS) mengadakan workshop bertajuk “SAR Data Application for Blood and Land Subsidence Disaster Monitoring” pada tanggal 5 November 2024 di Unhas Hotel & Convention Kampus UNHAS Makassar. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan dan memperdalam pemahaman mengenai penggunaan teknologi Synthetic Aperture Radar (SAR) dalam pemantauan dan mitigasi bencana, khususnya terkait dengan bencana banjir dan penurunan tanah (land subsidence).

Workshop ini dihadiri oleh sejumlah akademisi, peneliti, praktisi kebencanaan. Acara ini juga melibatkan pemateri dari Chiba University Japan Prof. Josaphat Tetuko, S.S dan instansi pemerintah yang berkompeten di bidang kebencanaan dan teknologi pemantauan bencana.

Dalam workshop tersebut, para peserta diberikan pemahaman mengenai cara kerja teknologi SAR, yang dapat memetakan dan memonitor perubahan permukaan bumi dengan akurasi tinggi, meskipun dalam kondisi cuaca yang buruk atau saat malam hari. Penggunaan data SAR dalam mendeteksi banjir dan penurunan tanah diharapkan dapat menjadi salah satu solusi untuk mengoptimalkan sistem peringatan dini bencana dan meningkatkan efektivitas respons kebencanaan di Indonesia.

Menurut Ketua Pusat Studi Kebencanaan LPPM UNHAS, Ilham Alimuddin, S.T., M.GIS, Ph.D, bencana banjir dan penurunan tanah merupakan dua masalah besar yang sering terjadi di wilayah perkotaan maupun pedesaan. “Dengan memanfaatkan teknologi SAR, kita bisa memantau perubahan yang terjadi dengan lebih efektif, bahkan di area yang sulit diakses. Hal ini tentunya akan membantu dalam merancang strategi mitigasi bencana yang lebih tepat sasaran,” ujarnya.

Melalui workshop ini, Pusat Studi Kebencanaan UNHAS berharap dapat memperluas jaringan kolaborasi antara dunia akademik, pemerintah, dan masyarakat dalam upaya mitigasi bencana. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kapasitas peserta dalam menggunakan teknologi SAR untuk pemantauan bencana yang lebih cepat dan akurat. Ke depan, Pusat Studi Kebencanaan LPPM UNHAS berencana untuk terus mengadakan pelatihan dan workshop serupa guna memperkenalkan berbagai teknologi terbaru yang dapat mendukung kebijakan dan program kebencanaan yang lebih efektif dan berbasis data.

Dengan inovasi dan kerjasama lintas sektor ini, diharapkan Indonesia dapat lebih siap menghadapi tantangan bencana alam yang semakin kompleks di masa depan.