LPPM UNHAS Lakukan Tanda Tangan Kontrak Program PAIR 2025

Rabu, 1 Oktober 2025, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Hasanuddin (LPPM UNHAS) resmi melakukan penandatanganan kontrak kerja dalam Program Partnership for Australia–Indonesia Research (PAIR) untuk tahun anggaran 2025. Kegiatan ini menandai kelanjutan komitmen UNHAS dalam memperkuat kolaborasi riset antara Indonesia dan Australia, khususnya dalam mendukung pembangunan berbasis ilmu pengetahuan di Kawasan Timur Indonesia.

Penandatanganan kontrak dilaksanakan di ruang rapat LPPM UNHAS, dan dihadiri oleh Ketua LPPM UNHAS, Prof. Dr.Muh. Nasrum Massi Ph.D, Sp.Mk(K), perwakilan dari Tim PAIR Australia–Indonesia Centre (AIC), serta para peneliti utama dari tim riset UNHAS yang terlibat dalam program tersebut.

Dalam sambutannya, Prof. Nasrum menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan wujud dari peran aktif UNHAS sebagai perguruan tinggi berbasis riset yang mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia Timur.

“Program PAIR telah membuka ruang kolaborasi multidisiplin antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat. Ini bukan hanya soal riset, tetapi juga dampak nyata terhadap pembangunan di wilayah Sulawesi Selatan dan sekitarnya,” ujarnya.

Penandatanganan kontrak ini sekaligus memperkuat posisi UNHAS sebagai institusi yang berkomitmen pada kolaborasi internasional dan kontribusi terhadap pengembangan wilayah berbasis riset.