Perempuan Muda Ambil Alih Kendali Aksi Iklim dalam Global Girls Creating Change Roadshow di Makassar

Makassar, 13 November 2024 – Dalam upaya memperkuat peran perempuan muda dalam menghadapi perubahan iklim, Global Girls Creating Change (G2C2) Roadshow digelar di Aula Lembaga Penelitian Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Hasanuddin, Makassar. Acara yang berlangsung pada pukul 09.00 WITA ini mengusung tema “Perempuan Muda Siap Pimpin Aksi Iklim,” dengan melibatkan lima puluh peserta yang terdiri dari pelajar, mahasiswa, dan aktivis lingkungan.

Roadshow ini mencakup serangkaian kegiatan yang meliputi talkshow dan workshop, di mana para peserta diberikan pelatihan serta dukungan untuk mengembangkan solusi inovatif terkait perubahan iklim. Melalui acara ini, para peserta didorong untuk menjadi agen perubahan yang tidak hanya peduli terhadap lingkungan, tetapi juga mampu mengembangkan wirausaha di bidang lingkungan dan berjejaring dengan berbagai organisasi di tingkat lokal maupun internasional.

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara berbagai pihak, termasuk Non Government Organization Humanis, Teens Go Green, serta didukung oleh Puslitbang Natural and Heritage and Biodiversity LPPM UNHAS, SRE Unhas, Rappo, Kartika.id, dan Climate Catalysts. Melalui Global Girls Creating Change, perempuan dan anak muda didorong untuk berperan aktif dalam aksi iklim, inovasi, dan advokasi kesetaraan gender. Kegiatan ini menjadi bagian dari gerakan lebih luas yang telah menjangkau lima wilayah di Indonesia, yaitu Sumatra Utara, Kalimantan Barat, Jabodetabek, NTB, dan Sulawesi Selatan.

Global Girls Creating Change mengedepankan pentingnya perubahan persepsi terhadap perempuan muda yang bukan hanya sebagai kelompok rentan, tetapi sebagai agen perubahan dalam menghadapi krisis iklim. Dukungan kepada mereka dalam bentuk pelatihan, hibah, serta kesempatan untuk mengembangkan usaha berkelanjutan menjadi bagian integral dari program ini.

Dalam acara ini, Ibu Bau Asseng, Kepala Bidang Persampahan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar, menegaskan bahwa komitmen bersama sangat diperlukan untuk menghadapi tantangan perubahan iklim. Ia berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi langkah nyata dalam memitigasi kerusakan iklim di Makassar dan sekitarnya.

Sementara itu, Dr. Siti Halimah Larekang, Kepala Puslitbang Natural Heritage and Biodiversity LPPM Universitas Hasanuddin, menyampaikan bahwa kegiatan ini sejalan dengan upaya Universitas Hasanuddin untuk berkontribusi dalam mitigasi perubahan iklim melalui pengabdian kepada  masyarakat, salah satunya  dengan penanaman dan perawatan pepohonan yang berfungsi sebagai paru-paru oksigen bagi kota Makassar.

Dengan beragamnya peluang yang disediakan oleh Global Girls Creating Change, peserta diharapkan tidak hanya dapat mengasah keterampilan dalam bidang lingkungan tetapi juga berperan aktif sebagai pemimpin dalam aksi iklim yang lebih inklusif dan berkelanjutan.