LPPM Unhas Gelar FGD: Menakar Efektivitas dan Strategi Hibah Penelitian 2025

Kamis, 20 Maret 2025 – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Hasanuddin menggelar Focus Group Discussion guna mengevaluasi pelaksanaan skim penelitian dan pengabdian masyarakat untuk tahun anggaran 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan efektivitas pengelolaan berbagai program hibah, termasuk hibah internal TRG, PFK, PKM, hibah Dikti, LPDP, serta grant riset sawit.

FGD ini dihadiri oleh Ketua Dewan Riset Unhas beserta perwakilan dari berbagai fakultas, antara lain MIPA, Teknik, Kedokteran, Kehutanan, Pertanian, Peternakan, serta Kesehatan Masyarakat. Kehadiran para pakar lintas disiplin ini diharapkan dapat memberikan perspektif komprehensif dalam pengembangan kebijakan riset dan pengabdian.

Ketua LPPM Unhas, Prof. Nasrum, dalam laporannya menyoroti peningkatan signifikan dalam pengelolaan skim penelitian dan pengabdian masyarakat dibanding tahun sebelumnya. Salah satu aspek utama yang dibahas adalah implementasi Thematic Research Group (TRG), sebuah skema penelitian yang berfokus pada satu rumpun keilmuan tertentu, memungkinkan para peneliti dengan bidang serupa untuk berkolaborasi. Dengan mekanisme pencairan dana 100%, skema ini menuntut perencanaan yang matang serta pengelolaan yang transparan dan akuntabel.

“Skema TRG memiliki karakteristik unik yang menuntut pengawalan ketat, terutama dalam hal keselarasan bidang keilmuan dan mekanisme kolaborasi antar peneliti. Oleh karena itu, penting untuk memastikan struktur keanggotaan yang tidak tumpang tindih dengan skim penelitian lainnya,” jelas Prof. Yusuf, salah satu anggota Dewan Riset.

Menanggapi hal tersebut, Prof. Unde menegaskan bahwa roadmap penelitian harus dirancang secara strategis agar riset yang dihasilkan memiliki dampak jangka panjang. Ia juga menilai bahwa skema pencairan dana penuh di awal lebih efektif dalam mendukung keberlanjutan proyek serta mengurangi potensi kendala administratif di kemudian hari.

Sekretaris LPPM Unhas, Prof. Suharman, menegaskan bahwa TRG merupakan salah satu program prioritas Pak rektor . Ia juga memastikan bahwa tidak ada proposal TRG yang ditolak, melainkan proses seleksi dilakukan secara ketat untuk memastikan penelitian yang diusulkan memiliki potensi global dan nilai kebermanfaatan tinggi.”Kami memahami bahwa TRG menjadi perhatian utama rektor. Oleh karena itu, kami terus berkoordinasi dengan kantor pusat untuk menjamin transparansi dalam pengelolaan dana dan pelaksanaan program. Mekanisme review dilakukan langsung oleh Rektor, dengan penekanan pada proyek yang memiliki peluang besar dalam jejaring riset internasional,” ungkapnya.

Melalui forum diskusi ini, LPPM Unhas tidak hanya mengevaluasi capaian yang telah diraih, tetapi juga menyusun strategi untuk memastikan keberlanjutan dan optimalisasi pengelolaan skim penelitian di masa mendatang.