Bangun Sinergi, LPPM Unhas Audiensi dengan Pemkab Luwu Timur

Selasa, 15 April 2025 – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Hasanuddin kembali memperluas jangkauan kerja sama strategis dengan menjalin koordinasi bersama Pemerintah Kabupaten Luwu Timur. Audiensi yang digelar pada Selasa, 15 Maret 2025 ini menjadi langkah awal dalam membangun kolaborasi berbasis penelitian dan pengabdian masyarakat yang selaras dengan kebutuhan pembangunan daerah.

Delegasi LPPM Unhas dipimpin oleh Dr. Muhammad Iqbal Latief selaku Kepala Pusat Penelitian Opini Publik, didampingi oleh Kepala Bagian Tata Usaha LPPM dan sejumlah staf. Kunjungan tersebut disambut hangat oleh Sekretaris Daerah Luwu Timur, Bahri Suli, bersama jajaran perangkat daerah antara lain Sekretaris Bappelitbangda, Plt. Kadis Kominfo, Plt. Kadis Perpustakaan dan Kearsipan, serta perwakilan dari Sekretariat Daerah.

Dilansir dari media Warta Lutim, majesty.co.id, dalam sambutannya, Sekda Luwu Timur menyampaikan apresiasi atas inisiatif LPPM Unhas yang dinilai strategis dalam mendukung perumusan kebijakan berbasis riset.

“Kami menyambut baik kehadiran LPPM Unhas. Kami percaya bahwa kolaborasi ini dapat melahirkan program-program yang merespons kebutuhan masyarakat secara langsung. Harapannya, sinergi ini bisa diarahkan dan didukung melalui Bappelitbangda agar sesuai dengan visi-misi pembangunan daerah,” ujar Bahri Suli.

Menanggapi hal tersebut, Dr. Iqbal Latief menyampaikan bahwa audiensi ini merupakan bagian dari komitmen LPPM Unhas dalam memperkuat peran universitas sebagai mitra strategis pemerintah daerah.

“Kami sangat mengapresiasi sambutan yang diberikan oleh Pemkab Luwu Timur. Melalui kerja sama ini, kami berharap dapat mengimplementasikan program-program penelitian dan pengabdian masyarakat yang berdampak langsung dan berkelanjutan, khususnya untuk tahun anggaran 2025,” ungkapnya.

Melalui audiensi ini, LPPM Unhas terus menunjukkan komitmen untuk hadir sebagai lembaga yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga berperan aktif dalam pembangunan daerah secara kolaboratif.