LPPM UNHAS Gelar Workshop Bersama BPDPKS Bahas Strategi Penyusunan Proposal Grant Riset Sawit

Sabtu, 15 Februari 2025 – Dalam rangka menindaklanjuti surat edaran penerimaan proposal penelitian dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNHAS menyelenggarakan workshop strategi penyusunan proposal grant riset sawit.

Workshop ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas proposal penelitian peneliti agar lebih kompetitif dalam memperoleh pendanaan. Acara ini menghadirkan 3 pembicara utama, yaitu Bapak Aqsha, ST., M.Si., Ph.D., Selaku Penerima Dana Grant Riset Sawit dan Dr.Ir Arief Rahman,serta Dr. Tony Liwang Selaku Reviewer Badan Riset BPDPKS. Mereka berbagi insight dan pengalaman mereka dalam pengelolaan penelitian grant riset sawit.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor IV Bidang Kemitraan dan Inovasi UNHAS menyampaikan harapan agar para peneliti dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan maksimal. Universitas Hasanuddin sebagai Stakeholder utama dalam pengembangan penelitian mengaharapkan dosen dan peneliti UNHAS dapat menjadi keep player/main player dalam inovasi berbasis kelapa sawit yang memiliki nilai tambah tinggi, sehingga dapat berkontribusi tidak hanya dalam bidang akademisi, tetapi juga bagi ekonomi nasional dan ketahanan energi,” ujarnya.

Selaras dengan ungkapan Wakil Rekor IV, Ketua LPPM UNHAS juga mengaitkan isu efisiensi keuangan di beragam instansi pemerintah yang juga berdampak pada institusi pendidikan dan penelitian yakni “akademisi harus mampu mencari sumber pendanaan alternatif. Kondisi ini justru menjadi tantangan sekaligus peluang bagi kita untuk lebih kreatif dalam menyusun proposal yang kompetitif dan aplikatif”

Workshop ini diikuti oleh 100 peserta dari beragam rumpun ilmu yang antusias memperdalam pemahaman terkait strategi penyusunan proposal grant riset sawit. Selama sesi berlangsung, peserta mendapatkan pembekalan komprehensif mengenai aspek teknis penulisan proposal, mulai dari kaidah kepenulisan yang substantif, strategi menonjolkan novelty penelitian, hingga tips meningkatkan peluang keberhasilan dalam mendapatkan pendanaan.

Menanggapi antusiasme peserta, Dr. Tony Liwang, yang mewakili BPDPKS, mengapresiasi inisiatif UNHAS dalam menyelenggarakan kegiatan ini sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kapasitas akademisi dalam riset sawit. Kami sangat berterima kasih kepada UNHAS atas inisiatifnya dalam mendiseminasikan informasi terkait skema pendanaan penelitian BPDPKS. Ini adalah langkah strategis untuk meningkatkan keterlibatan akademisi dalam pengembangan riset sawit,” ungkapnya.

Melalui workshop ini, diharapkan para dosen dan peneliti UNHAS tidak hanya mampu meningkatkan daya saing proposal mereka, tetapi juga dapat lebih berkontribusi dalam pengembangan riset kelapa sawit yang berorientasi pada hilirisasi dan komersialisasi produk. Dengan demikian, riset yang dihasilkan tidak hanya berdampak pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi industri dan perekonomian nasional.