Puslitbang Kependudukan dan Gender serta Pusat Pengembangan Kebijakan Pembangunan LPPM Unhas Adakan Diskusi dengan BRIN Bertema “Masukan Penguatan Penyelenggaraan Survei Data Dasar Pembangunan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi”

Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Kependudukan dan Gender serta Pusat Pengembangan Kebijakan Pembangunan di bawah Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Hasanuddin mengadakan diskusi strategis dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Diskusi ini mengusung tema “Masukan Penguatan Penyelenggaraan Survei Data Dasar Pembangunan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi”, dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas survei dan data dasar yang menjadi pondasi dalam pembangunan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia.

Kegiatan ini dilangsungkan di Ruang Rapat A LPPM Unhas dan dihadiri oleh sejumlah peneliti, dosen, serta perwakilan dari BRIN. Diskusi tersebut berfokus pada penyempurnaan metodologi survei, pengumpulan data yang lebih akurat, serta pemanfaatan data dalam pengambilan kebijakan yang terkait dengan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Ketua Puslitbang Kependudukan dan Gender, Dr. Irma Andriani, menyampaikan bahwa tema ini dipilih karena pentingnya data yang valid dan komprehensif dalam merancang kebijakan pembangunan yang tepat sasaran. “Melalui diskusi ini, kami berharap dapat memberikan kontribusi signifikan dalam memperkuat penyelenggaraan survei yang menjadi dasar bagi kebijakan pembangunan ilmu pengetahuan dan teknologi,” katanya.

Sementara itu, perwakilan Pusat Pengembangan Kebijakan Pembangunan, Prof. Dr. Ir. Darmawan Salman, M.S., menekankan pentingnya kolaborasi antara LPPM Unhas dan BRIN dalam memastikan bahwa data yang diperoleh dari survei tersebut dapat diolah dan dimanfaatkan secara optimal. “Kami ingin memastikan bahwa setiap data yang dihasilkan dapat berkontribusi langsung pada pengembangan kebijakan yang berbasis bukti, terutama dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi,” ujarnya.

Dr. Yudho Baskoro Sekretaris Deputi Bidang Kebijakan Riset dan Inovasi BRIN, yang turut hadir dalam acara ini, mengapresiasi inisiatif LPPM Unhas dalam mengadakan diskusi bertema strategis ini. Ia menekankan bahwa BRIN sangat terbuka untuk berkolaborasi dalam upaya memperkuat sistem survei nasional yang menjadi landasan penting dalam pembangunan sektor ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia. “Kolaborasi ini merupakan langkah awal yang baik untuk memastikan bahwa pembangunan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia didukung oleh data yang kuat dan terpercaya,” ujarnya.

Diskusi ini menghasilkan sejumlah rekomendasi yang akan menjadi dasar bagi peningkatan kerjasama antara Unhas dan BRIN, serta pengembangan lebih lanjut dari survei-survei yang dilakukan di masa depan.