PUSLITBANG WITARIS LPPM UNHAS Bersama Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Bulukumba Lakukan FGD Tentang Kajian Perubahan Fungsi dan Peruntukan Kawasan Hutan di Kabupaten Bulukumba

Pusat Penelitian dan Pengembangan Wilayah, Tata Ruang, dan Informasi Spasial (WITARIS) LPPM Universitas Hasanuddin (UNHAS) bekerja sama dengan Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Bulukumba menggelar Focus Group Discussion (FGD) yang bertema “Kajian Perubahan Fungsi dan Peruntukan Kawasan Hutan di Kabupaten Bulukumba”. Kegiatan ini berlangsung pada 14 November 2024 di Lt.3 Gedung LPPM UNHAS.

FGD ini bertujuan untuk menggali informasi lebih dalam mengenai perubahan fungsi dan peruntukan kawasan hutan di Kabupaten Bulukumba, serta mencari solusi untuk pengelolaan yang berkelanjutan. Dalam kesempatan ini, para peserta mendiskusikan berbagai isu yang berkaitan dengan dampak perubahan penggunaan lahan hutan terhadap ekosistem, masyarakat lokal, dan perekonomian daerah.

Dr. Samsu Arif, M.Si, Kepala Pusat Penelitian WITARIS LPPM UNHAS, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa penelitian terkait perubahan fungsi dan peruntukan kawasan hutan sangat penting untuk memahami potensi dan tantangan yang dihadapi Kabupaten Bulukumba dalam upaya menjaga keberlanjutan hutan sekaligus mendukung pembangunan daerah. “Hutan bukan hanya sekadar sumber daya alam, tetapi juga memiliki peran strategis dalam mendukung kesejahteraan masyarakat dan mitigasi perubahan iklim,” katanya.

Sementara itu, Kepala BAPPEDA Kabupaten Bulukumba, menyampaikan bahwa FGD ini diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi yang konstruktif dalam merencanakan kebijakan daerah yang berbasis pada kajian ilmiah dan kebutuhan masyarakat. “Kami berharap hasil diskusi ini dapat menjadi dasar untuk merumuskan kebijakan yang lebih adaptif dan responsif terhadap tantangan perubahan fungsi hutan di Bulukumba,” ujarnya.

Selama FGD, para peserta memaparkan berbagai pandangan dan pengalaman terkait peralihan fungsi hutan, serta dampaknya terhadap keberagaman hayati dan kehidupan masyarakat. Para akademisi dari UNHAS juga menyampaikan hasil kajian terkait pola perubahan penggunaan lahan dan dampaknya terhadap ekosistem hutan di kawasan tersebut.

Kegiatan ini diakhiri dengan penandatanganan komitmen bersama antara UNHAS dan BAPPEDA Bulukumba untuk melanjutkan kolaborasi dalam penelitian dan pengembangan kebijakan yang lebih berkelanjutan bagi kawasan hutan di Bulukumba.

Dengan dilaksanakannya FGD ini, diharapkan dapat tercipta sinergi antara dunia akademik, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mewujudkan pengelolaan kawasan hutan yang lebih baik, demi kesejahteraan masyarakat dan kelestarian alam di Kabupaten Bulukumba.