BPDPKS Gandeng LPPM UNHAS, bahas arah Kebijakan Riset Sawit Berkelanjutan
Makassar – 09 Desember 2024 , Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) menggelar audiensi bersama tim peneliti dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Hasanuddin (UNHAS) untuk membahas arah kebijakan riset kelapa sawit tahun 2025. Diskusi ini dipimpin oleh Dr. Ir. Arief Rahman Maulana Akbar, M.Si., IPU, yang juga menjabat sebagai Komisi Penelitian dan Pengembangan BPDPKS.
Dalam pertemuan tersebut, BPDPKS menyampaikan harapan besar terhadap kolaborasi riset dengan LPPM UNHAS guna meningkatkan produktivitas kelapa sawit nasional. Fokus riset akan diarahkan pada budidaya pascapanen, pengolahan bioenergi, pertanian sosial-ekonomi, teknologi informasi (IT), hingga kesehatan.
“Kelapa sawit adalah penyumbang devisa negara terbesar kedua setelah sektor pertambangan. Namun, riset yang ada saat ini masih belum cukup aplikatif dan berdampak signifikan. Kami mendorong penelitian future need dan regenerative untuk menjamin keberlanjutan sektor ini,” ujar Dr. Arief.
Ia menegaskan bahwa BPDPKS siap mengalokasikan anggaran tanpa batas maksimal, selama riset tersebut memberikan dampak besar bagi perekonomian Indonesia, khususnya di sektor kelapa sawit.
Selain itu, BPDPKS menyoroti pentingnya pendekatan inovatif dalam pengembangan riset kelapa sawit. “Kami berkomitmen mendukung wilayah-wilayah di seluruh Indonesia yang memiliki potensi sumber daya kelapa sawit untuk terlibat dalam program ini,” tambahnya.
Melalui kolaborasi dengan LPPM UNHAS, BPDPKS berharap dapat menggenjot pengembangan riset yang lebih terarah, aplikatif, dan memberikan dampak nyata bagi sektor sawit nasional.