LPPM Selenggarakan Bimbingan Teknis Penyusunan Proposal RIKUB 2026

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Proposal Riset Kolaborasi Universitas dan Badan Usaha (RIKUB) 2026, yang dilaksanakan secara luring dan daring. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Ketua LPPM Prof. dr. Muh. Nasrum Massi, Ph.D., Sp.MK (K), yang menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas peneliti dalam merancang proposal riset kolaboratif yang unggul dan berdampak bagi pembangunan nasional.

Sesi materi menghadirkan empat narasumber dari berbagai institusi yang memiliki kompetensi dalam pengelolaan riset kolaboratif.


Narasumber pertama, Prof. Jamaluddin Jompa, menyampaikan materi melalui Zoom Meeting. Dalam paparannya, beliau menekankan pentingnya riset kolaboratif yang sejalan dengan kebutuhan industri dan memberikan kontribusi nyata terhadap penyelesaian permasalahan strategis.


Narasumber kedua, Achmad Syafiuddin, Ketua LPPM UNUSA sekaligus anggota Tim Pokja RIKUB DPPM Kemdikti Isaintek, memaparkan secara komprehensif arah kebijakan, ruang lingkup, serta mekanisme pengajuan proposal dalam Program RIKUB. Penjelasan ini memberikan pemahaman mendalam kepada peserta mengenai prioritas riset dan strategi peningkatan peluang pendanaan.
Sesi berikutnya menghadirkan Prof. Dr. Ir. Didiek Hadjar Gunadi, M.Sc., IPU, yang membawakan materi mengenai penggalian ide kolaborasi riset kelapa sawit. Beliau menguraikan potensi hilirisasi, peluang inovasi, serta relevansi riset sawit dalam penguatan sektor industri dan keberlanjutan lingkungan.
Narasumber keempat, Prof. Dr. Erman Taer, M.Si, menyampaikan paparan mengenai penerimaan RIKUB 2025, termasuk tren topik yang berhasil didanai, kualitas proposal yang menjadi perhatian reviewer, serta pembelajaran penting bagi peneliti yang akan mengajukan proposal pada tahun 2026. Materi ini memberikan gambaran realistis mengenai kompetisi dan standar penilaian pada skema RIKUB.


Pada akhir acara, dilaksanakan sesi tanya jawab antara peserta dan para pemateri. Peserta mengajukan berbagai pertanyaan mulai dari mekanisme pendanaan, persyaratan mitra industri, hingga strategi meningkatkan readiness level proposal. Diskusi berlangsung aktif dan memberikan klarifikasi penting terkait teknis penyusunan proposal RIKUB.
Kegiatan bimtek ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas proposal riset kolaboratif dari para peneliti dan memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dengan sektor industri. LPPM berkomitmen untuk terus menyediakan ruang pendampingan dan fasilitasi riset strategis, khususnya dalam menghadapi peluang RIKUB 2026.