LPPM UNHAS dan BDPKS Selenggarakan Sosialisasi dan Coaching Clinic Grant Riset Sawit 2025

Makassar, 2-3 Januari 2025 – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
(LPPM) Universitas Hasanuddin, bekerja sama dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan
Kelapa Sawit (BPDPKS), mengadakan sosialisasi dan coaching clinic untuk mendukung
persiapan pengajuan proposal grant riset sawit tahun 2025.
Kegiatan yang dihadiri oleh peneliti Universitas Hasanuddin dari berbagai pusat studi dan
fakultas ini bertujuan meningkatkan peluang keberhasilan proposal sekaligus mendorong
pengembangan riset sawit nasional yang lebih inovatif dan relevan.
Rektor Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Ir Jamaluddin Jompa, M.Sc dalam sambutannya menekankan
pentingnya peran Indonesia di pasar global. “Sebagai penghasil sawit terbesar kedua di
dunia, kita harus melampaui peran sebagai pemasok bahan mentah. Indonesia harus
mampu menjadi produsen produk bernilai tambah yang memiliki daya saing tinggi di pasar
internasional,” ujar Rektor Universitas Hasanuddin
Dr. Tony Liwang, anggota Komite Penelitian dan Pengembangan BDPKS, menyoroti
pentingnya substansi proposal dalam meningkatkan peluang keberhasilan. “Proposal harus
memiliki nilai inovasi dan relevansi yang kuat. Hanya dengan substansi yang berkualitas,
peluang diterima akan semakin besar,” tegasnya.
Sementara itu, Prof. Didik, Koordinator Riset Bidang Sawit di Indonesia, menyarankan
pembentukan tim lintas kepakaran dalam penyusunan proposal. “Kolaborasi antardisiplin
ilmu akan menghasilkan proposal yang lebih komprehensif, memberikan solusi yang lebih
kaya untuk pengembangan industri sawit,” tambahnya

Ketua LPPM UNHAS Prof Dr Ir Nasrum Massi, Ph.D., Sp.Mk(K) dalam kesempatan yang sama, menyampaikan
harapan besar agar penelitian ini dapat berjalan sesuai dengan rencana. “Sebagai lembaga
yang mengakomodasi penelitian, LPPM berkomitmen mendukung seluruh proses ini, mulai
dari fasilitasi hingga pengawasan pelaksanaannya. Kami berharap program ini tidak hanya
menghasilkan riset berkualitas, tetapi juga berdampak nyata bagi masyarakat dan industri
sawit nasional,” ungkapnya.
Agenda sosialiasi ini meliputi beberapa hal yakni pengenalan program, kebijakan dan
mekanisme pendanaan, tips penyusunan proposal, best practice penerima Grant Riset ,
serta topik prioritas penelitian. Program ini menjadi langkah strategis bagi Universitas
Hasanuddin untuk memperkuat perannya dalam mendukung kemandirian industri sawit
Indonesia.