LPPM UNHAS Adakan Seminar Nasional Riset Dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SEMRIPMAS) II

Makassar, 4 Desember 2024 – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Hasanuddin (UNHAS) sukses menyelenggarakan Seminar Nasional Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (SEMRIPMAS) 2024. Acara yang digelar pada 4 Desember 2024 ini mengusung tema “Sinergi Riset dan Pengabdian Masyarakat Menuju Indonesia Emas 2045,” bertujuan untuk memacu kolaborasi antara dunia akademik, pemerintah, dan masyarakat dalam menyongsong visi Indonesia Emas 2045.

Seminar yang dihadiri oleh lebih dari 300 peserta dari berbagai perguruan tinggi, instansi pemerintah, serta sektor industri ini menghadirkan serangkaian sesi seminar, presentasi riset, dan diskusi panel. Kegiatan ini mengajak seluruh elemen bangsa untuk berkolaborasi dalam menghasilkan riset yang aplikatif dan memberikan dampak positif bagi masyarakat, serta menyokong pembangunan nasional menuju Indonesia yang maju, mandiri, dan berkelanjutan pada tahun 2045.

Seminar ini menghadirkan tiga narasumber terkemuka yang ahli di bidangnya, yaitu:

Prof. Dr. Bambang Purwanto, M.A, Guru Besar Universitas Gadjah Mada (UGM), yang membahas peran riset sosial dalam mendorong perubahan masyarakat dan mendukung pembangunan berkelanjutan.

Prof. Ir. Lalu Muhamad Jaelani, ST, M.Sc., Ph.D, Guru Besar Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), yang memaparkan bagaimana riset teknologi dan inovasi dapat menjadi pendorong utama dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045, dengan fokus pada teknologi yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Prof. Dr. Ir. Salengke, M.Sc, Guru Besar Universitas Hasanuddin (UNHAS), yang membahas pengintegrasian riset dan pengabdian kepada masyarakat dalam konteks pembangunan daerah, serta bagaimana riset dapat memberi dampak langsung dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dalam sambutannya, Ketua LPPM UNHAS, Prof. Dr. Muh. Nasrum Massi, Ph.D., Sp.mk(K), menekankan pentingnya sinergi antara riset dan pengabdian kepada masyarakat. “Untuk mencapai Indonesia Emas 2045, riset yang dilakukan harus tidak hanya berorientasi pada ilmu pengetahuan, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata dalam memecahkan masalah sosial dan ekonomi yang dihadapi oleh masyarakat. Kami berharap seminar ini dapat membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat,” ujar Prof. Nasrum.

Prof. Dr. Bambang Purwanto, M.A, dalam paparan materinya, mengungkapkan bahwa riset sosial yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat sangat penting untuk menciptakan perubahan yang berkelanjutan. Menurutnya, riset yang melibatkan masyarakat dalam prosesnya dapat memperkuat partisipasi aktif mereka dalam pembangunan.

Sementara itu, Prof. Ir. Lalu Muhamad Jaelani, ST, M.Sc., Ph.D, membahas pentingnya riset teknologi yang berkelanjutan untuk mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat. Ia menekankan bahwa inovasi teknologi yang tepat guna dapat menjadi solusi untuk banyak tantangan yang dihadapi Indonesia, seperti masalah infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan.

Prof. Dr. Ir. Salengke, M.Sc, menyoroti pentingnya pengabdian masyarakat yang berbasis riset untuk meningkatkan kualitas hidup di daerah-daerah yang masih tertinggal. Menurutnya, riset yang dilakukan harus dapat memberikan solusi konkret yang dapat diimplementasikan langsung dalam kehidupan sehari-hari masyarakat, terutama dalam sektor pertanian, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi lokal.

Seminar ini juga menghadirkan sesi diskusi panel yang membahas bagaimana riset dan pengabdian masyarakat dapat bersinergi dalam mendukung kebijakan pemerintah untuk mencapai tujuan pembangunan nasional.

Melalui seminar ini, LPPM UNHAS berharap dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk terus berinovasi dan berkolaborasi dalam menciptakan riset yang tidak hanya bermanfaat di dunia akademik, tetapi juga dapat memberikan dampak positif yang langsung dirasakan oleh masyarakat.

Seminar ini diakhiri dengan penyerahan Sertifikat kepada para Pemateri yang karyanya terbukti memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan masyarakat dan bangsa Indonesia, serta deklarasi komitmen bersama untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.