LPPM UNHAS Sukses Laksanakan MONEV Akhir Skema Indonesia Collaboration Research (ICR) dan Riset Kolaborasi Kawasan Timur Indonesia (RK-KTI)

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Hasanuddin (UNHAS) baru-baru ini menggelar kegiatan Monitoring dan Evaluasi (MONEV) Akhir untuk dua skema penelitian yang sedang berjalan, yaitu Indonesia Collaboration Research (ICR) dan Riset Kolaborasi Kawasan Timur Indonesia (RK-KTI). Kegiatan ini diselenggarakan di ruang rapat Gedung LPPM UNHAS dan dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk peneliti, tim Reviwer, dan tim pengelola yang terlibat dalam kegiatan tersebut.

Acara yang diadakan pada 27 Desember 2024 ini bertujuan untuk mengevaluasi sejauh mana pencapaian hasil riset yang dilakukan oleh para peneliti dalam kerangka kedua skema tersebut, serta untuk memberikan masukan dan rekomendasi yang konstruktif guna meningkatkan kualitas riset di masa depan. Dalam sambutannya, Sekretaris LPPM UNHAS Prof. Ir. Suharman Hamzah, Ph.D., Eng menyampaikan bahwa kegiatan MONEV ini merupakan bagian dari upaya UNHAS untuk memastikan bahwa program riset yang dilakukan dapat memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya di kawasan Indonesia Timur.

Prof. Suhe menegaskan bahwa kolaborasi antara peneliti di Indonesia dan luar negeri sangat penting untuk memperkuat daya saing riset Indonesia di tingkat global, serta mendukung pembangunan wilayah Indonesia Timur yang masih menghadapi banyak tantangan. Kegiatan ini juga menjadi bukti komitmen UNHAS dalam mendorong kolaborasi riset yang dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama di kawasan Indonesia Timur. Kami berharap, hasil-hasil riset yang diperoleh dari kedua skema ini dapat segera diaplikasikan untuk memberikan solusi praktis bagi masalah yang dihadapi daerah ini,

Skema ICR dan RK-KTI memberikan ruang bagi kolaborasi antara universitas, pemerintah, dan sektor industri untuk mengatasi tantangan yang ada di Indonesia Timur. Melalui MONEV ini, kita dapat mengevaluasi dampak riset terhadap pengembangan wilayah dan memberikan rekomendasi untuk implementasi riset yang lebih optimal.

Skema ICR, yang merupakan hasil kerja sama antara universitas di Indonesia dengan mitra internasional, berfokus pada riset yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui inovasi dan penerapan teknologi. Sementara itu, RK-KTI lebih menitikberatkan pada penelitian yang relevan dengan kebutuhan kawasan Indonesia Timur, dengan harapan dapat memberikan solusi untuk masalah-masalah lokal seperti ketahanan pangan, pengelolaan sumber daya alam, dan kesehatan.

Sebagai penutup, LPPM UNHAS berharap agar seluruh hasil riset yang didorong oleh skema ICR dan RK-KTI tidak hanya berhenti pada tataran teori, tetapi dapat segera diimplementasikan dalam bentuk kebijakan atau produk yang dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat luas.